Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) tidak berdiri dalam semalam. Organisasi ini tumbuh dari gerakan pemandu wisata di Bali pada akhir 1960-an dan terus berkembang hingga menjadi wadah tunggal pramuwisata berlisensi di tingkat nasional.
Cikal bakal: Bali Guide Association (1969)
Sejarah pendirian HPI berawal dari Bali Guide Association (BGA) pada tahun 1969. Saat itu, Bali adalah destinasi yang sedang tumbuh pesat, dan kebutuhan akan pemandu wisata yang tertata mulai dirasakan.
Menjadi HDWI (1983)
BGA kemudian berkembang menjadi Himpunan Duta Wisata Indonesia (HDWI) yang dideklarasikan pada 27 Maret 1983 di Kuta, Bali. Nama HDWI menandai perluasan wadah dari tingkat lokal menjadi organisasi berskala nasional.
Resmi menjadi HPI (1988)
Melalui Munas I di Palembang pada 5 Oktober 1988, nama HDWI resmi diubah menjadi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Sejak itu HPI menjadi nama yang dipakai hingga hari ini, dengan lambang resmi Burung Cendrawasih.
Kiprah internasional
HPI merupakan anggota resmi World Federation of Tourist Guide Associations (WFTGA), federasi pemandu wisata dunia. Keanggotaan ini menempatkan pramuwisata Indonesia dalam jejaring standar dan kerja sama internasional.
Organisasi dijalankan secara struktural berdasarkan wilayah kerja dengan masa bakti kepengurusan selama 4 tahun. Pelajari lebih lanjut di halaman Tentang Kami.