Kode etik bukan sekadar aturan tertulis — ia adalah jati diri profesi pramuwisata. Di lapangan, pemandu adalah wajah pertama destinasi bagi wisatawan. Menjaga kode etik berarti menjaga kepercayaan.
Kejujuran informasi
Pemandu wajib menjunjung kejujuran dalam menyampaikan informasi tentang destinasi, sejarah, dan budaya. Informasi yang akurat membangun pengalaman yang bermakna dan reputasi jangka panjang.
Menghormati adat dan kepercayaan lokal
Setiap daerah memiliki norma dan kepercayaan. Pemandu profesional memastikan wisatawan memahami dan menghormati adat setempat, termasuk aturan berpakaian, tata krama di tempat ibadah, dan area yang sakral.
Menjaga keselamatan wisatawan
Keselamatan adalah prioritas pertama. Pemandu wajib mengenali potensi risiko di rute wisata, memastikan prosedur keselamatan dipatuhi, dan siap menangani keadaan darurat.
Transparansi rekomendasi
Pemandu tidak boleh mengarahkan wisatawan ke mitra usaha tertentu demi keuntungan pribadi tanpa transparansi. Rekomendasi harus didasarkan pada kualitas layanan, bukan komisi tersembunyi.
Profesionalisme dalam pelayanan
Ketepatan waktu, penampilan rapi, komunikasi yang santun, dan penguasaan materi adalah bagian dari standar layanan yang dijaga HPI sesuai regulasi yang berlaku.